Saat Bintang Serie A Italia Mengikuti Wajib Militer



Di sejumlah negara wajib militer (wamil) menjadi keharusan yang dilakukan para pemuda di usai 18-27 tahun. Menurut pengertiannya, wajib militer merupakan kewajiban kepada wargan negara utamanya kaum Adam yang berusia di antara 18-27 tahuun untuk mengikuti serangkaian pendidikan militer demi meningkatkan ketangguhan, kedisplinan, dan rasa cinta tanah air. 

Sejumlah negara sampai detik ini masih menerapkan wajib militer, seperti di Korea Selatan, Mesir, Meksiko, Iran, Korea Utara hingga Isreal. Di Indonesia sendiri, pro kontra tentang wajib militer masih menyeruak ke muka publik. Pada 2003, DPR sempat merancang RUU Wajib Militer, namun pada akhirnya RUU itu tak jadi ketuk palu. 

Program wajib militer di sejumlah negara memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda sebenarnya, selain soal melatih displin dan rasa cinta tanah air, di Korsel misalnya wajib militer mau tak mau harus diterapkan karena ancaman perang dengan Korea Utara misalnya. 

Banyak juga negara yang awalnya menerapkan program wajib militer kemudian mencabut atau menangguhkan untuk sementara, salah satunya Italia. Program wajib militer di Italia mulai berlaku sejak 19470 dan berlangsung tiap dua tahun sekali. Namun pada 2005, program ini dihentikan untuk sementara. 

Ada yang menarik dari program wajib militer di Italia, hampir sama di Korsel program wamil ini menyasar semua pemuda tak terkecuali para pemain sepakbola. Ya, bintang Serie A era 90-an yang kita kenal mulai dari Paolo Maldini, Fabio Cannavaro, Alessandro Del Piero, Demetrio Albertini, Marco Delvecchio, Roberto Baggio, hingga pelatih Timnas Italia saat ini, Roberto Mancini ikut dalam wamil. 

Program wamil yang ditujukan untuk para pesepakbola Serie A ini rupanya sedikit berbeda jika dibanding untuk pemuda Italia lainnya. Wamil untuk para pemain Serie A diharapkan bisa meniru sifat dan karakter para prajurit Italia yakni displin, rendah hati, rela berkorban, dan pantang menyerah. Gagasan besarnya ialah jika para pesepakbola ini bisa meniru itu, besar kemungkinan karier dan prestasi mereka jadi lebih baik. 

Gagasan itu pada kenyataannya memamg membuat nama-nama pemain Serie A yang mengikuti wamil menjadi legenda untuk sepakbola Italia. Tak hanya itu, sifat dan karakter yang ditempa ke mereka saat wamil mampu rendah hati, setidaknya hal itu yang dialami oleh mantan tentara Italia yang menjadi mentor para pemain Serie A ini saat wamil, Gennaro Olivieri. 

Olivieri seperti dikutip dari forzaitalianfootball.com memiliki pengalaman berbekas saat meminta seorang Del Piero yang baru saja mengantar Juventus meraih Scudetto untuk datang untuk sebuah pertandingan persahabatan untuk seorang anak yang sakit. Saat itu kata Olivieri, Del Piero tengah bersama Jerman bersama skuat Juventus. 

"Saya meneleponnya. Saya hanya mengatakan apakah ia bisa bergabung bersama kami untuk pertandingan itu. Ia langsung mengiyakan dan langsung terbang menggunakan jet pribadi ke tempat kami. Ia datang bersama Cannavaro. Kami di korps militer begitu bangga dengan sikap Ale dan kawan-kawannya ini," kata Olivieri. 

Mungkin kita akan berpikir apakah dengan mengikuti wamil, para bintang Serie A ini bakal mendapat perlakuan yang berbeda. Olivieri tegas mengatakan tidak. Mereka tetap harus menggali lubang parit untuk perlindugan, mereka juga harus berlatih membongkar pasang senapan serbu, berlatih menembak, serta berlatih fisik. 

Tentu saja hal ini sempat membuat sejumlah klub di Serie A Italia begitu khawatir dengan kondisi ini. Pasalnya program wamil ini sangat beresiko untuk membuat si pemain mengalami cedera. Kondisi ini juga yang sempat dikhawatirkan oleh kubu Tottenham Hotspur saat pemain mereka, Son Heung-min. Beruntung di Korsel masih ada alternatif untuk Heung-min tidak mengikuti wamil dengan membela Timnas di ajang Asian Games. 

Menariknya meski klub mereka merasa khawatir para pemainnya ini bakal mengalami cedera, sejumlah pemain Serie A yang pernah mengikuti wamil justru bahagia. Del Piero misalnya sempat menceritakan bahwa dirinya mendapat ilmu baru soal menembak. 

Del Piero saat mengikuti wamil ditempatkan di kesatuan Bersaglieri, kesatuan yang berisi prajurit penembak jitu. Ditempatkan di kesatuan yang bertugas untuk menembak sasaran secara tepat, Del Piero mengaku bahwa di awalnya ia memang pura-pura menembak. "Dalam hidup saya, saya hanya satu kali sebelumnya menembak burung merpati dan itu berakhir menjadi bencana. Saya memang tidak akan seperti Roberto Baggio yang gemar berburu dengan senapan," kata Del Piero. 

Sekedar informasi, Roberto Baggio ialah pemain Serie A yang memiliki kegemaran berburu babi hutan di sela-sela waktu luangnya saat masih jadi pesepakbola. 

Program wamil untuk pesepakbola Italia ini juga memiliki dampak positif untuk tim sepakbola militer Italia. Italia tercatat menjadi tim terkuat untuk kompetisi sepakbola Piala Dunia Militer yang berlangsung sejak 1946 dan sekarang berlangsung tiap dua tahun sekali. 

Italia suskes meraih gelar Piala Dunia militer sebanyak 8 kali, di susul oleh Yunani di tempat kedua. Yang menarik, saat militer Italia meraih gelar tersebut pada 1987, ada dua nama pesepakbola yang jadi bagian dari skuat itu yakni eks striker Chelsea, Gianluca Vialli dan eks bek Juventus Ciro Ferrara. 

Ada kisah menarik yang cukup kontroversial saat sejumlah nama bintang Serie A lainnya seperti Del Piero, Cannavaro, Fabio Galante, Marco Delvecchio, Nicola Amoruso, dan Stefano Fiore membela tim militer Italia di kompetisi tersebut pada 1995. 

3 nama pemain, Del Piero, Cannavaro, dan Delvecchio di partai final malah terlibat kericuhan karena menghina wasit yang memimpin pertandingan. Ketiganya tak puas karena Italia kalah 1-2 dari Siprus. Hinaan tersebut kabarnya membuat ketiga pemain ini sempat diskors dari pertandingan internasional oleh FIFA. 



Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment