Gemerlap Liga Inggris Tak Selamanya Menyilaukan Bintang Sepakbola



Semenjak era berganti di ranah sepakbola Inggris dengan bergulirnya Premier League, kompetisi di ranah sepakbola Negeri Ratu Elizabeth ini banyak mengalami perubahan besar. Semenjak 2008 hingga 2014 bahkan sampai sekarang, banyak pemain mahal yang bermain di kompetisi ini dan hanya sedikit pemain yang pindah. 

Liga Inggris memang memiliki gemerlap yang sulit untuk ditampik para pesepakbola. Tiap pemain dari belahan bumi mana pun seperti berlomba-lomba untuk bisa jadi pemain di klub Liga Inggris dan jika sudah bermain di sana, tahap kebintangan mereka seolah bertambah. 

Bagaimana tidak level kebintangan mereka bertambah, publikasi Liga Inggris dikenal sangat gila. Hak siar untuk laga Liga Inggris saja kita ketahui sebagai salah satu yang termahal. Pada musim 2013/14 misalnya, Sky Sports harus membayar 2,3 miliar poundsterling untuk bisa menayangkan 116 pertandingan Liga Inggris. Nilai itu kabarnya naik hampir 71 persen dibanding kontrak sebelumnya. 

Hal itu tentu saja membuat dompet para pesepakbola yang main di Liga Inggris semakin menebal. Tak hanya kebagian jatah hak siar dari kontrak gaji mereka, sudah barang tentu para pesepakbola Liga Inggris pun mendapat tambahan uang dengan di 'endorse' sejumlah merk ternama. 

Uang di Liga Inggris memang sangat banyak. Dan Jones, salah satu ahli keuangan di Deloitte's Sports Business Group, berujar bahwa hak siar Liga Primer bukan menjadi satu-satunya faktor.

"Masih ada banyak ruang (bagi finansial) untuk berkembang. Banyak orang sebelumnya berkata bahwa kondisi pasar ini adalah puncaknya, tapi ternyata terus tumbuh. Jadi saya tidak berpikir kalau Anda bisa berkata bahwa (kondisi finansial) ini sudah mencapai puncaknya," kata Jones.

Namun segala macam gemerlap yang ditawarkan Liga Inggris tak serta merta membuat bintang sepakbola mau bermain di sana. Sejumlah bintang sepakbola yang kini tengah menunggu masa pensiun atau mereka yang sudah pensiun sepanjang kariernya pernah menampik tawaran dari klub Liga Inggris. 

Ronaldinho misalnya, ia mungkin jadi salah satu penyesalan seorang Sir Alex Ferguson yang tak mampu menariknya ke Liga Inggris. Sebelum dipinang oleh Barcelona dari PSG pada 2003 dengan mahar sebesar 30 juta euro, ia menjadi pemain pertama di daftar belanja Sir Alex Ferguson musim itu. 

Ronaldinho menjadi incaran Sir Alex karena di tahun yang sama akibat insiden hair drayer di ruang ganti membuat David Beckham merantau ke Liga Spanyol bersama Real Madrid. Sayang kemudian, pesona Sir Alex, gemerlap Liga Inggris masih kalah dengan kemampuan negosiasi presiden Barcelona saat itu, Joan Laporta.

"(Perpindahan) itu hampir terjadi. Dalam waktu 48 jam saya bisa main di Liga Inggris akan tetapi begitu Rosell memberi tahu saya bahwa ia menjadi presiden Barcelona dan mengatakan maukah saya main di sana, saya langsung menjawab, ya," kata Ronaldinho. Padahal Rosell kemudian tak terpilih jadi presiden Barcelona, ia kalah suara dengan Joan Laporta. 

Tak hanya Ronaldinho yang jadi penyesalan Sir Alex, pria Skotlandia ini juga gagal mendatangkan legenda AC Milan, Paolo Maldini. Maldini seperti dikutip dari football-italia.net pernah mengatakan bahwa ia sampai ditelepon langsung Sir Alex Ferguson untuk mau main di Old Trafford. 

Sayang jawaban Maldini begitu menohok. Pemain yang hanya membela satu klub sepanjang karier profesionalnya menolak tawaran tersebut karena ia tak ingin angkat koper dari AC Milan, klub dan kota kelahirannya. 

Penolakan juga harus dirasakan oleh tetangga Manchester United, Manchester City. Klub yang menjelma jadi klub kaya semenjak diambil oleh milioner UEA, Mansour bin Zayed Al Nahyan, City sempat menawar megabintang Brasil, Kaka. 

Eks pemain AC Milan itu mendapat tawaran 100 juta poundsterling untuk mau merumput di Liga Inggris bersama The Citizens pada 2009. Tawaran dengan nilai transfer tersebut sangat gila, pasalnya usia Kaka saat itu tak lagi muda. Meski begitu Kaka tak bergeming. Ia tetap membela AC Milan sampai 2014 dan memutuskan pindah ke MLS dengan membela Orlando City. 

Manchester City juga sempat mendapat penolakan saat mencoba menawar kiper yang sekarang merumput di PSG, Gianluigi Buffon. Buffon mengaku ia beberapa kali sempat mendapat tawaran serius dari klub Liga Inggris, mulai dari Manchester United hingga Manchester City. 

"Selama rentang waktu ke belakang, sejumlah klub besar Liga Inggris memang menghubungi saya untuk bermain di sana. Manchester City saat mulai diambil alih, menjadi klub yang cukup serius untuk mendekati saya," kata Buffon. 

Penolakan bintang sepakbola untuk main di Liga Inggris yang teranyar tentu saja datang dari seorang Gonzalo Higuain. Eks pemain Napoli ini pada penutupan bursa transfer musim panas musim 2018/19 sempat dirumorkan akan main di Liga Inggris bersama Chelsea. 

Hal itu dikarenakan peluang Higuain untuk jadi striker utama di Juventus akan pupus menyusul datangnya Cristiano Ronaldo. The Blues pun memanfaatkan kedatangan pelatih anyar mereka, Maurizio Sarri untuk bisa dapatkan jasa Higuain. Sayang eks pemain Real Madrid itu tak bergeming, ia malah memutuskan untuk pindah ke AC Milan. 

Padahal tidak hanya memiliki Sarri yang notabene mantan pelatihnya di Napoli dan Higuain memiliki kedekatan khusus kepada pelatih 59 tahun tersebut, kubu Chelsea kabarnya siap menggelontorkan dana sebesar 55 juta euro plus Alvaro Morata kepada Juventus. 

"Aku sangat menghormati Sarri. Ia memang menginginkan saya untuk main di London. Tapi di Milan, semua orang menginginkan saya," kata Higuain. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment