Dennis Bergkamp dan Ketakutannya Naik Pesawat Terbang



Duka menyelimuti seluruh masyarakat Indonesia setelah Senin pagi ini, 29 Oktober 2018 terjadi kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 Jakarta - Pangkalpinang. Seperti dilansir dari detik.com, pesawat dengan 189 penumpang dan kru itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. 

Pukul 06.22 WIB, pilot Lion Air sempat menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang pada ketinggian 1.700 feet dan meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkan pesawat naik ke 5.000 feet. Namun pada Pukul 06.32 WIB, Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu.

Ini jadi kecelakaan udara kedua dalam dua hari terakhir setelah sebelumnya di Inggris, terjadi juga kecelakaan yang menimpa helikopter pribadi milik dari bos Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha. Helikopter pribadi tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Stadion King Power. 

Bos Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha menjadi satu dari lima korban tewas dari kecelakaan tersebut. "Dengan penuh penyesalan dan hati yang terluka, kami mengonfirmasi bahwa chairman kami, Vichai Srivaddhanaprabha, merupakan salah satu dari mereka yang secara tragis kehilangan nyawa pada Sabtu malam ketika helikopter yang membawanya beserta empat orang lain jatuh di luar King Power Stadium. Dari lima orang yang berada di helikopter, tak ada satu pun yang selamat," tulis Leicester City.

Bagi sebagian orang, berita mengenai kecelakaan pesawat ini bisa membuat mereka semakin takut untuk naik pesawat terbang. Phobia naik pesawat terbang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali para pesepakbola yang dalam kesehariannya membutuhkan transportasi ini untuk melakoni pertandingan dari satu tempat ke tempat lain. 

Ialah Dennis Bergkamp bomber subur dari Belanda yang begitu dikenal karena memiliki phobia naik pesawat terbang. Bahkan sangking takutnya naik pesawat terbang, eks pemain Arsenal ini mendapat julukan the "Non-Flying Dutchman". 

Ketakutan Bergkamp untuk naik pesawat terbang ini sempat membuat Arsene Wenger dibuat pusing tujuh keliling. Pasalnya Bergkamp mau tak mau harus melakukan perjalanan darat yang melelahkan jika Arsenal melakoni laga tandang, bahkan Bergkamp mau tak mau harus absen jik laga tandang itu berlangsung di luar Inggris. 

Namun ketakutan Bergkamp bukan tanpa alasan. Seperti dikutip dari buku autobiografinya yang berjudul, Stillness and Speed: My Story by Dennis Bergkamp, ia mengalami 3 kejadian yang cukup menaktukan saat naik pesawat terbang. 

Yang pertama, saat berusia 20 tahunan, Bergkamp yang tengah naik pesawat kecil melintasi Gunung Etna, salah satu gunung berapi di kawasan Catania, Italia. Saat melihat ke bawah, Bergkamp mengaku sagat ketakutan dan gemetar. Naasnya kemudian, pesawat yang ia tumpangi itu masuk ke gumpalan awan dan membuat guncangan kuat. 

Kedua, Bergkamp saat masih membela Inter Milan di Liga Italia juga sempat merasakan hal serupa saat naik pesawat bersama skuat Inter lainnya untuk bertandang ke Stadion Artemio Franci, markas Fiorentina. Pesawat tersebut sempat mengalami masalah di baling-baling pesawat dan hal tersebut begitu menakutkan bagi Bergkamp. 

Terakhir, saat ia bersama rombongan skuat Belanda di Piala Dunia 1994, Bergkamp mengaku bahwa ada seorang wartawan Belanda yang bercanda pada dirinya soal bom. Sontak saja bercandaan yang memang tidak diperbolehkan di dalam pesawat tersebut membuat penumpang tak terkecuali Bergkamp sangat panik. Kejadiaan ini menjadi klimaks untuk Bergkamp tidak lagi mau naik pesawat terbang. 

Phobia Bergkamp untuk naik pesawat terbang terjadi hingga detik ini. Terbaru saat skuat Ajax datang ke Indonesia pada 2014 lalu, Bergkamp memilih untuk tidak hadir. 

"Saya punya masalah ini dan saya harus hidup dengan itu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, itu adalah masalah psikologis dan saya sulit menjelaskannya," kata Bergkamp. 

Bergkamp mengaku sudah berkali-kali datang ke psikiater untuk mengatasi masalahnya ini namun tetap saja saat harus pergi menggunakan pesawat terbang, ia akan kesulitan tidur dan phobia itu mulai menyerangnya. 

"Saya sudah mencoba datang ke psikiater. Namun percuma, aku hanya membeku, aku panik, dan hal itu terjadi sehari sebelum aku terbang dan dimulai saat aku tidak bisa tidur," kata striker yang mengoleksi 87 gol untuk Arsenal tersebut. 

Seperti dikutip dari kompas.com, jenis phobia yang menyerang Bergkamp ini masuk dalam kategori aerophobia, atau yang dikenal juga dengan nama aviophobia, adalah ketakutan untuk naik transportasi udara. Baik dengan helikopter, pesawat terbang, balon udara, atau transportasi udara lainnya. 

Gejala yang dikatakan oleh Bergkamp sesaat sebelum ia terbang memang menujukkan bahwa striker kelahiran 10 Mei 1969 tersebut memang menderita aviophobia. Orang dengan aerophobia akan mengalami serangan panik. Beberapa orang mungkin tampak tenang awalnya kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda stres saat menunggu jadwal keberangkatan.

Tentu saja faktor utama yang membuat Bergkamp menderita aviophobia karena trauma di tiga kejadian yang ia alami sebelumnya. Masalahnya Bergkamp mungkin selama ini tidak melakukan sejumlah cara untuk mengatasi phobia tersebut selain mendatangi psikiater. 

Salah satu cara untuk mengatasi phobia terbang ialah membiasakan atau menciptakan suasana terbang naik pesawat sesering mungkin. Namun tentu saja hal itu tak mudah bagi seseorang yang sudah lama mengidap phobia ini. Ternyata selain Bergkamp, ada 2 pesepakbola lain juga yang memiliki ketakutan serupa. Ia adalah striker Peru, Paolo Guerrero dan striker Italia, Simone Zaza. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment