Che Guevara Antara Catur dan Sepak Bola



Bagi seorang legenda hidup sepakbola Argentina, Diego Maradona sosok Che Guevara ialah inspirasinya. Maradona dikenal publik sebagai pesepakbola di urutan paling depan untuk urusan kekaguman kepada tokoh revolusioner Kuba tersebut. 

Di sejumlah kesempatan, Maradona berulang kali menyuarakan komentar-komentar yang pernah disampaikan Che kala masih hidup. Saking kagumnya dengan Che Maradona rela merajam lengannya dengan foto wajah Che yang fenomenal, foto hasil jepretan fotografer ternama Kuba, Alberto Korda.

Bagi sebagian kalangan di sepakbola, sosok Che Gueavara memang jadi sumber inspirasi. Padahal Che semasa hidupnya tak memiliki pertautan kental dengan sepakbola. Pria kelahiran Rosario, yang menderita asma tersebut diketahui lebih memiliki kecintaan pada olahraga catur. 

Sejak umur 12 tahun, Che Guevara jatuh cinta pada olahraga catur. Kedekatan Che pada catur diperkenalkan oleh salah seorang pengungsi dari Spanyol. Che sewaktu kecil pun tercatat selalu mengikuti kejuaraan catur tingkat lokal di Rosario, Argentina. 

Saat aktif di perjuangan revolusioner di Kuba bersama Fidel Castro, Che diketahui memendam kekaguman terhadap grandmaster asal Kuba, Jose Raul Capablanca. Ia beberapa kali menonton pertandingan Capablanca. 

Bahkan sangking inginnya menuntaskan hasrat bermain caturnya, Che seperti dikutip dari cheesgames.com sempat bertanding melawan grandmaster catur asal Polandia, Miguel Najdorf dan grandmaster asal Rusia, Viktor Korchnoi pada 1962. 

Tak hanya bermain dengan grandmaster, saat memiliki jabatan struktrural di pemerintahan Kuba di bawah Fidel Castro, Che menggunakan kuasanya untuk memajukan dan mempopulerkan catur di kalangan masyarakat Kuba. Maklum saja, bagi sebagian orang Kuba olahraga favorit mereka ialah baseball dan tinju, Fidel Castro bahkan diketahui sebagai negarawan yang sangat suka dengan baseball. 

Pada 1966, Che bekerjasama dengan Kementerian Olahraga Kuba menyelenggarakan event catur internasional di Havana, Kuba. "Jika catur saat ini jadi terpopuler di Kuba setelah baseball maka itu tak lepas dari jasa-jasa seorang Che Guevara," kata GM catur asal Kuba, Jesus Nogueiras. 


Bahkan setelah ia wafat di Bolivia pada 09 Oktober 1967 atau 51 tahun silam, federasi catur Kuba memberikan tribute kepada Che Guevara. 

"Ia tidak hanya mengembangkan ide revolusi untuk orang-orang Kuba namun juga memberi kontribusi nyata untuk pengembangan olahraga catur" bunyi pernyataan federasi catur Kuba. 

Justru setelah Che meninggal, sosoknya malah terseret ke ranah sepakbola. Tidak hanya Maradona yang mengagumi sosok Che Guevara, sejumlah klub sepakbola bahkan terang-terangan menjadikan ayah dari Aleida Guevara ini sebagai simbol dan ikon klub mereka. 

Di Cordoba, Argentina misalnya, sebuah klub lokal 'menyatut' nama Che Guevara sebagai nama klub tersebut yakni Atletico Che Guevara. Yang menarik, tidak hanya mencatut nama Che Guevara, klub ini juga menerapakan sejumlah ajaran politik Che saat berjuang bersama Fidel Castro di Kuba. 

Atletico Che Guevara berpegang teguh pada ajaran sosialisme yang digaungkan oleh Che Guevara karenanya klub ini menerapkan sistem manajemen klub yang menolak proses transfer pemain serta menolak penggunaan sponsor. 

Tim ini sendiri saat ini memiliki jenjang, ada tim U-10, U-12 serta U-14. Saat ini mereka sedang berkompetisi di liga Regional Cordoba, Argentina, 



"Kami ingin meneruskan cita-cita Che Guevara lewat cara kami, sepakbola. Kami tidak akan pernah memberi harga untuk pemain bola yang bermain karena hati," kata Monica Nielsen pendiri Atletico Che Guevara seperti dinukil dari elgrafico.com.ar

Namun tidak semua klub seperti Atletico Che Guevara, klub lain justru menjadikan Che Guevara sebagai sarana untuk mendulang keuntungan. Kondisi yang sempat dikritik oleh anak pertama Aleida Guevara. 

"Sesuatu yang mengganggu saya sekarang adalah penggunaan figur Che yang digunakan untuk menciptakan musuh-musuh dari kelas-kelas yang berbeda. Ini memalukan," kata Aleida. 

Kritik Aleida itu dikarenakan banyak produk komersil yang menjual ikon Che Guevara ke pasaran. "Kami tidak ingin uang, kami menuntut penghormatan," tegas Aleida.

Kritik ini juga yang sepertinya ditujukan kepada klub dari divisi ketiga Liga Brasil, Madureira. Pada 2013 lalu, klub ini merilis jersey anyar mereka dengan sosok wajah Che Guevara yang lagi-lagi diambil dari hasil jepretan Korda. Jersey ini dirilis bertepatan pada perayaan 50 tahun berdirinya klub tersebut. 

Meski tak ada sponsor lain di jersey tersebut, klub ini langsung mendulang untung tak lama setelah merilis jersey Che Guevara tersebut. Dikabarkan 3000 jersey Che Guevara telah laku terjual. Pertanyaannya apa hubungannya Che Guevara dengan klub ini? Ternyata pada 1963, skuat dari Madureira sempat bertemu dengan Che Guevara dalam lawatan mereka ke Kuba. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment