5 Momen Seru Laga Chelsea vs Man United yang Berakhir Antiklimaks

Big match terjadi di Liga Inggris pekan ke-9. Bertempat di Stamfrod Brigde, sang pemuncak klasemen sementara, Chelsea kedatangan tamu, tim kuat yang saat ini tengah terjerembab di papan tengah, Manchester United. Sedari awal kedua tim sama-sama memasang target kemenangan. 

Bagi Chelsea, kemenangan akan membuat posisi mereka akan tetap berada di puncak dengan catatan Manchester City atau Liverpool mengalami kekalahan. City akan bertemu Burnley sementara Liverpool akan jumpa dengan Huddersfield. 

Sedangkan bagi Manchester United, kemenangan jadi harga mati jika tak ingin terus berada di papan tengah bersama tim-tim yang secara level berada di bawah mereka seperti Watford atau Wolves. 

Si perokok berat, Maurizio Sarri langsung menurunkan formasi menyerang 4-3-3. Morata jadi ujung tombak, ditopang oleh Willian dan Hazard di posisi sayap. Untuk menjaga kedalaman, anak kesayanganya, Jorginho yang d-plot. Sementara Kante dan Kovavic bertugas untuk menjaga alur bola dan pergerakan dua bek sayap, Alonso dan Azpilicuet saat membantu serangan. 

Sedangkan Mourinho, menurunkan skema 4-2-3-1. The Spesial One cukup percaya diri untuk bertarung di lapangan tengah. Ia tak memasukkan Alexis Sanchez untuk coba bermain dari sisi sayap. Pogba jadi otak serangan, sementara Matic jadi penghancur skema serangan Chelsea. Di depan, Lukaku sendiri dengan ditopang oleh Martial yang bermain sedikit melebar serta Juan Mata dan Rashford yang sesekali menjadi second striker. 

Manchester United sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol dari bek Jerman, Antonio Rudiger pada menit ke-21. Di babak pertama, Sarri dengan taktiknya begitu perkasa. Dari catatan pertandingan skysports.com, sepanjang babak pertama, Chelsea melepaskan 256 passing sementara Manchester United hanya 166 passing. Dari 256 passing tersebut, 91 persen akurat sementara hanya 78 persen yang akurat dari passing Manchester United. 

Dari gol Rudiger terlihat begitu koordinasi antara lini belakang sangat lemah. Para pemain Manchester United seperti kebingungan siapa yang harus di jaga saat Chelsea melakukan set piece ataupun serangan balik. Tak terskema jelas ditunjukkan Manchester United pada babak pertama. 

Perubahan baru terasa pada babak kedua, entah apa yang dikatakan Mourinho di ruang ganti namun yang jelas di atas lapangan, Paul Pogba cs tunjukkan penampilan yang jauh berbeda dan menyudahi pertandingan dengan skor 2-2.

Berikut rangkuman momen menarik di laga Chelsea vs Manchester United yang menurut saya malah berakhir antiklimaks, bukan karena skornya tapi karena provokasi yang sama-sama dilakukan oleh kedua kubu. 

Gol Martial 

Manchester United hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 melawan Chelsea di Stamford Bridge.  Man United hampir saja memetik kemenangan setelah gol dari Anthony Martial pada menit ke-73 membuat Manchester United berbalik unggul. Martila sendiri pada menit ke-55 mampu mencetak gol penyama kedudukan. 

Pada gol kedua ini, Sarri sebenarnya dibuat salah langkah dengan perubahan gaya main anak asuh Mourinho. Chelsea kalah di tengah, secara postur duet Pogba–Matic sulit disamai oleh Jorginho dan Kante, bola kerap hilang di tengah dan menjadi awal serangan balik Man United. 

Martial Diganti 

Jose Mourinho melakukan kesalahan saat mengganti Martial saat posisi Manchester United tengah di atas angin. Pada menit ke-84, Mourinho malah mengganti Martial dengan gelandang serang asal Brasil Andreas Pereira. Martial sendiri dari tayangan ulang tampak tak terima dengan pergantian dirinya dan sempat protes ke Mourinho. 

Gol Barkley 

Pemain pengganti yang dimasukan oleh Sarri, Ross Barkley jadi penyelamat bagi Chelsea setelah golnya di injury time membuat skor imbang menjadi 2-2. Sekilas gol ini hampir sama dengan gol Rudiger di babak pertama. Gol dari Barkley ini juga berkat bola muntah hasil sundulan Rudiger. Barkley baru masuk pada menit ke-69 menggantikan Kovavic. 

Asisten Sarri buat rusuh 



Saat gol kedua dari Chelsea yang dicetak oleh Barkley terjadi, salah satu assisten Sarri, Marco Ianni membuat tindakan provokasi ke arah Jose Mourinho. Sontak saja tindakan tersebut membuat pria Portugal itu mengamuk dan sempat akan konfrontasi dengan pria yang sempat menjadi penyerang di klub amatir Italia tersebut. 

Mourinho provokasi fans Chelsea 

Saat pluit tanda pertandingan berakhir, Jose Mourinho sempat berjalan ke arah fans Man United dan memberik appluas. Saat mendekati lorong ganti, ia tampak memprovokasi fans Chelsea dengan mengancungkan tiga jarinya pertanda bahwa ia sudah memberikan tiga gelar Liga Inggris untuk Chelsea. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment