Si Nyentrik Abel Xavier, Senior Pepe yang Tersandung Doping dan Jadi Mualaf

Abel Xavier | gettyimages

Pecinta Liga Inggris akhir 90-an pasti masih ingat dengan sosok nyentrik bek asal Portugal bernama Abel Xavier. Ya, senior Pepe di Timnas Portugal ini sempat merumput di Liga Inggris bersama Everton dan Liverpool. 

Pada 1995, setelah bermain apik bersama Benfica, Xavier hengkang ke Bari. Sayang penampilannya di Bari tak berjalan mulus sehingga ia hengkang setahun kemudian ke klub Liga Spanyol, Real Oviedo. 

Pada 1999, setelah sempat bermain di Liga Belanda bersama PSV, Xavier bergabung ke Everton. Bek yang doyan gonta ganti warna serta gaya rambut tersebut menjalani 43 caps bersama Everton. 

Jika sekarang Paul Pogba sempat dikritik oleh Jose Mourinho karena lebih mengurusi rambutnya, hal sama juga dialami Abel Xavier. Publik lebih mengenal dirinya karena penampilan rambutnya yang nyentrik tersebut. 

Pemain kelahiran Mozambique tersebut lalu jadi buah bibir publik Inggris setelah di 2002 memutuskan hijrah ke musuh Everton, Liverpool. Semusim saja Xavier bermain bersama The Reds. Dikutip dari dailymail.co.uk (13/09/18) penampilan Xavier dianggap tak menjanjikan dan ia pun dipinjam ke klub Turki, Galatasaray pada 2003. 

Menariknya setelah sempat bermain di Liga Jerman bersama Hannover 96 dan kembali mencicipi Liga Italia bersama Roma, Xavier lantas kembali ke Liga Inggris dan bergabung ke Middlesbrough. 

Namun apa mau dikata usianya yang tak lagi muda membuat Xavier kembali hanya jadi lelucon di Liga Inggris. Malah di The Boro, Xavier harus tersandung kasus doping yang membuatnya dihukum oleh UEFA tak boleh bermain selama 18 bulan. 

Kasus doping sempat membuat Xavier lama menganggur, dan baru pada 2007 ia mendapat tawaran bermain di LA Galaxy. Sayang sisi kontriversial Xavier tak hilang. Ia justru konflik dengan pelatih LA Galaxy saat itu, Ruud Gullit. 

Xavier bahkan menuding Gullit lebih sayang kepada David Beckham. Pernyataan yang membuatnya mendapat cercaan dari banyak pihak. Menariknya di tengah cercaan tersebut, suami dari Sónia Mata tersebut memutuskan untuk masuk Islam. 

“Pada saat-saat sulit, saya telah menemukan kenyamanan dalam Islam. Secara bertahap saya belajar dari agama yang menganut kedamaian, kesetaraan, kebebasan. dan harapan. Ini sangat penting” kata pemain yang mengganti namanya menjadi Faisal tersebut. 

Xavier diketahui kini bekerja untuk badan amal PBB, beberapa kali ia ikut ke sejumlah daerah konflik untuk misi kemanusiaan. 

Artikel ini tayang di UC News, 13 September 2018 pukul 01:14 WIB
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment