Ronaldo yang Mau Tidak Di-Casillas dan Di-Raulkan oleh Real Madrid

Juventus sudah resmi memperkenalkan rekrutan anyarnya yang membuat publik heboh beberapa waktu terakhir ini, Cristiano Ronaldo. Ronaldo hari ini, Selasa 17 Juli 2018 resmi diperkenalkan Juventus di Juventus Stadium.

juventus.com
Dalam sesi tanya jawab dengan media, Ronaldo mengatakan alasannya pindah ke Juventus. Alasan yang mungkin terbilang sangat sering diucapkan pemain yang datang ke klub baru.
"Saya merasa senang berada di sini (Juventus) karena tim ini memberikan kesempatan yang bagus. Saya berterimakasih kepada Presiden yang begitu optimis ingin mendatangkan saya." kata Ronaldo seperti dikutip dari juventus.com (17/07/18).
Bagi Ronaldo sendiri seperti yang ia utarakan ke media bahwa bermain di Juventus ialah tantangan baru bagi dirinya di usianya yang sudah memasuki 33 tahun.
"Kompetisi Serie A adalah tantangan yang baru, saya senang karena saya tidak suka di zona nyaman yang cuma berlatih, duduk-duduk, bertanding saja. Saya senang berpetualang dalam karir saya." kata Ronaldo.
Sebuah ungkapan yang menunjukkan bahwa Ronaldo bukanlah pemain yang cepat puas dengan kesuksesannya saat ini. Namun dari semua ungkapan Ronaldo ke media terkait kepindahannya ke Juventus, ada satu hal yang mungkin tak mau Ronaldo ungkap soal alasan paling mendasar mengapa ia angkat koper dari Bernabeu.
Publik mungkin percaya dengan alasan Ronaldo bahwa ia tipikal pemain yang suka dengan tantangan. Namun tentu ada alasan lain yang cukup kuat untuk Ronaldo pindah dari Real Madrid.
Salah satunya mungkin Ronaldo belajar banyak dari mantan pemain Real Madrid yang tak pernah mendapat penghargaan yang layak dari klub setelah masa baktinya. Contoh nyata ialah Iker Casillas dan Raul Gonzales.
Berawal kasus penggelapan pajak
Kepindahan Ronaldo di usia 33 tahun ialah langkah tepat pemain Portugal itu pasalnya ia tentu tak ingin nasib naas dua eks kapten Real Madrid itu menimpa pada dirinya.
Sejak Juni 2017 lalu Ronaldo sebenarnya sudah tak kerasan di Real Madrid. Salah satu penyebabnya tentu saja kasus tuduhan pengemplangan pajak yang dituduhkan pada dirinya. Kasus itu mencuat beberapa hari sebelum laga final Liga Champions musim 2016/17 antara Juventus vs Real Madrid.
Seperti dikutip dari espn.com (17/07/18) saat itu Ronaldo dituduh menggelapkan pajak sebesar Rp 219,1 miliar. Angka ini didapat dari rentang waktu pengemplangan pajak CR7 dari 2011 sampai 2014.
Ronaldo berharap pihak klub untuk bisa memberikan pembelaan pada dirinya. Klub malah terlambat melakukan klarifikasi terhadap tuduhan itu. Ronaldo keburu mendapat serangan dari media Spanyol.
Real Madrid memang sudah memberi pernyataan soal kasus ini. Sayang pernyataan yang dikeluarkan klub di situs resmi mereka, realmadrid.com kabarnya sudah terlambat. Ronaldo terlanjur sudah sakit hati.
"Real Madrid percaya sepenuhnya pada pemain kami, Cristiano Ronaldo, yang kami pahami bahwa (ia) telah bertindak sesuai dengan hukum dan memenuhi semua kewajiban fiskalnya," tulis pernyataan Madrid seperti dikutip dari realmadrid.com.
Pernyataan klub itu seolah-olah Ronaldo memang terlibat dalam kasus tersebut. Kalimat yang menyebut, 'yang kami pahami bahwa (ia) telah bertindak sesuai dengan hukum dan memenuhi semua kewajiban fiskalnya" kabarnya membuat Ronaldo seperti tak mendapat pembelaan dari klub.
Tak mengenal legenda
Ronaldo pun sadar bahwa di Real Madrid memang tak mengenal dengan yang namanya legenda. Tengok bagaimana nasib seorang pemain yang sempat dianggap sebagai Pangeran Bernabeu, Raul Gonzalez.
Akhir musim 2009/10, kabar mendadak dari Santiago Bernabeu. Masih dianggap memiliki kemampuan untuk jebol gawang lawan, Raul memutuskan untuk hengkang dari klub yang sudah ia bela selama 16 tahun.
"Kepergian saya murni karena pilihan dan keputusan saya. Saya merasa saat itu adalah waktunya untuk pergi," kata Raul saat itu.
Okelah jika kemudian Raul mengklarifikasi bahwa ia pergi dari Real Madrid tanpa ada masalah. Namun coba kembali review pernyataan Raul yang menyebut bahwa ia sangat berharap saat pensiun nanti bisa kembali ke Bernabeu, "Entah dalam situasi dan posisi apapun" kata Raul saat itu.
Raul masih terus bermain sampai usia 38 tahun dan terdampar ke klub Al Sadd, Real Madrid sama sekali tak memanggilnya untuk pulang. Lalu tengok bagaimana perpisahan mengharukan Iker Casillas.

Referensi pihak ketiga
"Saya sudah tahu tentang nasib saya pada Januari atau Februari tahun lalu. Situasi di klub tidak enak dan membuat saya harus membuat keputusan," kata kiper yang memperkuat FC Porto tersebut.
Saat sudah uzur, silahkan kemasi barangmu dari Bernabeu! Hal itu yang mungkin akan dikatakan manajemen untuk siapa saja pemain di Real Madrid. Untuk kasus Ronaldo pindah ke Juventus, mari lihat dari sisi tersebut, Good luck CR7 !
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment