Perpisahan yang Menyaktikan untuk Sang Legenda, Adiós Iniesta !

Drama adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2018 sepertnya jadi akhir untuk seorang Andres Iniesta berkarier bersama tim Matador Spanyol. Sudah berusia 34 tahun tentu bukan umur emas lagi untuk sang legenda bermain terus bersama Spanyol di level tertinggi. 

Beberapa waktu lalu memang santer dirumorkan bahwa Iniesta tengah memikirkan untuk pensiun dari Timnas Spanyol usai perhelatan Piala Dunia 2018. Dikutip dari marca.com (02/07/18) orang terdekat Iniesta mengatakan bahwa pemain kelahiran 11 Mei 1984 itu bimbang atas keputusan pensiun atau tidak usai Piala Dunia 2018. 


Kekalahan Spanyol dari Rusia di babak 16 besar Piala Dunia 2018 lewat drama adu penalti tentu jadi akhir yang menyakitkan bagi pemain bernama lengkap Andres Iniesta Lujan tersebut. Sempat unggul 1-0, Spanyol malah tak bisa mempertahankan keunggulan tersebut. 

Anak desa yang pemalu

Iniesta ialah legenda Spanyol. Bersama tim Matador, gelandang jenius ini telah mempersembahkan gelar Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Karier Iniesta sendiri seperti dikutip dari transfermarkt.com (02/07/18) dimulai saat ia bergabung ke akademi Albacete pada 1994 silam. 

Hanya satu tahun ia bergabung ke Albacete dan pada 1996 bergabung ke La Masia, Barcelona berkat pantauan dari seorang Enrique Orizaola. Di tempat inilah, Iniesta mendapatkan tempaan keras sebagai pemain hebat. Iniesta berada di akademi Barcelona hingga 2001 dan baru promosi ke tim Barcelona B. 2 musim di Barcelona B, penampilan Iniesta memukau Louis van Gaal dan mempromosikannya ke tim utama. 

Berasal dari desa, Iniesta dikenal sebagai pemain yang sangat pemalu saat memulai kariernya di Barcelona. Ia lebih banyak menyindiri dan berlatih dibanding pergi bersama dengan rekan sebayanya. Yang menarik sebenarnya sebelum pindah ke La Masia, Iniesta seperti dikutip dari marca.com (02/07/18) sempat menolak sampai menangis tersedu-sedu. Pasalnya pindah ke La Masia akan membuat Iniesta berpisah dengan orang tuanya. 

Legenda Spanyol dan Barcelona 

Iniesta ialah sedikit dari banyak pemain bola yang menggunakan otak sebagai kekuatan utamanya bermain. Tak heran jika kemudian seorang Pep Guardiola yang saat itu masih bermain bersama Iniesta sempat mengatakan, 

"Iniesta, kamu akan membuat saya pensiun. Bocah ini akan membuat kita semua pensiun," kata Pep seperti dikutip dari as.com (02/07/18). Pasalnya Pep melihat kemampuan Iniesta bermain bola sangat jarang dimiliki oleh pemain seusianya saat itu. 

Menjalani debut pertamanya pada 18 tahun bersama Barcelona pada 2002 dan baru menjadi pemain inti pada musim 2004/05, Iniesta langsung jadi nyawa bagi permainan Barcelona. 

Tak hanya mentereng di Barcelona, bersama Spanyol, Iniesta juga menjadi nyawa permainan. Bersama rekannya di Barcelona, Xavi, Iniesta mampu membawa Spanyol meraih titel Piala Dunia pada 2010 dan ia jadi aktor utama dengan golnya di 4 menit jelang babak ekstra time. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment