Penebusan yang Sempurna Gareth Southgate

Di awal penunjukkannya sebagai pelatih Timnas Inggris publik sempat meragukan kapasitas seorang Gareth Southgate. Maklum saja ia adalah bagian dari generasi gagal Timnas Inggris di perhelatan Piala Dunia 2002. Gareth Southgate pun tak memiliki reputasi mengkilat sebagai seorang pemain.
Sepanjang kariernya sebagai seorang gelandang bertahan dan bisa juga sebagai seorang bek, Gareth Southgate hanya membela 3 klub medioker, Crystal Palace musim 1988 sampai 1995, Aston Villa pada 1995 hingga 2001, dan terakhir di Middlesbrough pada 2001 hingga 2006. Prestasinya? Tak satupun merengkuh gelar juara.

fifa.com
Generasi gagal Piala Dunia 2002
Pada perhelatan Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korsel, Inggris bisa dibilang bermaterikan pemain jempolan. Gareth Southgate masuk didalamnya. Skuat Inggris saat itu ada nama David Beckham, Paul Scholes, Robbie Fowler, Rio Ferdinand, Rio Ferdinand, Michael Owen, Joe Cole, Nicky Butt, dan masih banyak lagi.
Usia rata-rata pemain Inggris saat itu juga memasuki masa emas, antara 20-27 tahun. Pelatihnya, pelatih jempolan asli Swedia bernama Sven Göran Eriksson. Bergabung bersama musuh bebuyutan Argentina, Inggris mampu lalui babak fase grup dengan hasil yang tidak cukup bagus.
Selain Argentina, Inggris juga bergabung dengan Swedia, tim yang baru mereka singkirkan dari Piala Dunia 2018 di babak perempatfinal, serta Nigeria. Dari 3 laga, Inggris hanya meraih 1 kemenangan dan 2 imbang. Inggris mampu menang atas Argentina dengan skor 1-0 namun imbang dengan Swedia dan Nigeria.
Raihan ini sempat membuat Inggris diprediksi akan terhenti di babak 16 besar. Namun prediksi itu meleset, Inggris menang 3-0 atas Denmark dan melaju ke babak perempatfinal dan bertemu Brasil.
Dikutip dari fifa.com (07/07/18) Southgate yang saat itu berusia 31 tahun tak diturunkan di laga lawan Brasil. Inggris yang sempat unggul 1-0 lewat gol Owen akhirnya menyerah 1-2 setelah Rivaldo dan Ronaldinho membobol gawang David Seaman.
Southgate si Penghias Bangku Cadangan

fifa.com
Pelatih Inggris pada Piala Dunia 2002, Sven Goran Eriksson saat itu memang tak pernah menaruh harapan besar kepada seorang Gareth Southgate. Kemampuannya di lini tengah dianggap masih kalah dibanding pemain muda Inggris lainnya saat itu. Bisa dibilang Gareth Southgate hanyalah penghias bangku cadangan Inggris.
2 tahun setelah Piala Dunia 2002, Gareth Southgate seperti dikutip dari thesefootballtimes.co (07/07/18) putuskan untuk gantung sepatu. Ia alih profesi sebagai pelatih. Setelah 2 tahun pasca gantung sepatu dan kursus kepelatihan, pemain bernomor punggung 16 di Timnas Inggris itu lalu ditunjuk sebagai pelatih Middlesbrough.
Pada 2013, ia dipercaya menangani tim muda Inggris, U-21. Dari sinilah tangan dingin Southgate sebagai pelatih teruji. Ia dianggap mengetahui cara membina para pemain muda. Sisi psikologis pemain muda yang naik turun bisa dikendalikan oleh pemain yang total bermain 57 caps untuk Inggris tersebut.
Berjodoh dengan Swedia

fifa.com
Percaya atau tidak, Swedia bagi Southgate ibarat jodoh. Keduanya selalu bertemu. Tidak hanya di ajang Piala Dunia 2002, namun juga saat ia melatih Timnas U-21. Di perhelatan Euro U-21 2015, tim besutannya bertemu Swedia. Kala itu Jesse Lingard cs mampu menang 1-0 lewat gol Lingard.
Sayang Swedia-lah yang jadi juara Euro U-21 2015 setelah Inggris tak berdaya ketika bertemu Italia. Southgate pun mampu membalasnya dengan sempurna di Piala Dunia 2018. 2-0 jadi skor yang membawa Inggris melaju ke babak semifinal setelah penantian 28 tahun dan Swedia-lah yang jadi korban Southgate.
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment