Viktor Axelsen, Raja Bulutangkis Eropa yang Hampir Jadi Gila di Usia Muda

Jika kita bertanya ke pencinta bulutangkis, siapa pebulutangkis tunggal putra terbaik saat ini? Jawabannya tentu saja bukan Kidambi Srikanth ataupun Shi Yuqi, peraih All England 2018 jika merujuk pada peringkat BWF. Dikutip dari bwfbadminton.com (03/04/18) peringkat satu dunia saat ini dipegang oleh pebulutangkis asal Denmark, Viktor Axelsen. 

Pebulutangkis berusia 24 tahun ini sudah catatkan 252 kemenangan semenjak memulai debutnya pada 2009 lalu. Di tahun ini juga, Axelsen sempat membuat kejutan dengan sukses meraih gelar World Junior Championship (WJC) dan setahun setelahnya sukses menyabet gelar Juara Eropa U-17. 

Karier Axelsen yang begitu cepat di usia muda ternyata membawa efek negatif. Media Denmark yang menganggapnya sebagai titisan legenda bulutangkis mereka, Peter Gede malah jadi beban yang seharusnya tak dipikul pebulutangkis muda. 


Dikutip dari xaluan.com (03/04/18) Axelsen tak siap saat harus menanggung malu ketika alami banyak kekalahan di turnamen bergengsi seperti Malaysia Open 2013, All England 2013, hingga Indonesia Open 2013. Pujian berubah jadi hinaan. Axelsen pun seperti dikatakan oleh pelatihnya sempat berpikir untuk pensiun dari bulutangkis. 

"Viktor sangat kecewa setelah selalu kalah di babak-babak awal selama turnamen 2013. Tugas saya sangat berat mengangkat lagi kepercayaan diri Viktor. Viktor terbebebani semenjak umur 16-17 tahun dia sudah digadang-gadang menjadi penerus Peter Gade," kata pelatih psikis Axelsen. 

2013 yang jadi tahun buruk bagi Axelsen lambat laun coba dilupakan oleh pebulutangkis yang mahir berbahasa China tersebut. Pada 2014, sejumlah turnamen berhasil ia menangkan. Ia sukses meraih gelar di Swiss Open 2014, di turnamen inilah Axelsen mulai kembali bangkit. 

Pebulutangkis yang mengaku suka dengan olahraga ini karena sering bermain sejak kecil dengan sang ayah kemudian berhasil memperbaiki rangking dunianya. Dikutip dari data bwfbadminton.com (03/04/18) Axelsen yang sempat berada di peringkat ke-26 pada 2013 melonjak naik ke peringkat 18 pada 2014. 

Di 2014, rangking Axelsen mulai stabil di peringkat 10 besar dunia. Puncakya pada September 2017 lalu sampai saat ini. Axelsen kokoh di peringkat 1 dunia. Pada 2016, Axelsen jadi pebulutangkis yang mungkin akan selalu diingat oleh pecinta bulutangkis nasional pasca jadi bagian penting tim Denmark usai kalahkan Indonesia dengan skor 3-2. 

Di partai penentuan, Axelsen sukses kalahkan tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto dengan dua set langsung, 21-17 dan 21-18. Axelsen pun jadi bagian sejarah bulutangkis Denmark di tahun itu yang untuk pertama kalinya meraih gelar Thomas Cup. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment