Timnas Nigeria Undercover: Ancaman Teroris, Budaya Korupsi, Hingga Ancaman Perpecahan

Tak banyak yang tahu soal bagaimana skuat Nigeria datang ke Rusia dengan membawa beban moral yang cukup banyak di pundak mereka. Tampilnya Ahmed Musa cs di Piala Dunia 2018 sangat diharapkan oleh masyarakat Nigeria untuk menyembuhkan luka mereka. 

Dikutip dari thesefootballtimes.co (26/06/18) di dalam negeri, Nigeria tengah diguncang krisis yang mengancam keberadaan negara yang telah berdiri sejak 1914 tersebut. Isu perpecahan Nigeria membayangi skuat Nigeria saat mereka tengah melakoni babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 zona Afrika. 

Isu tak mengenakkan ini tentu saja bermula dari konflik politik antar para pejabat di Nigeria. Ditambah kasus korupsi yang sudah mengangkar di negara ini membuat negara beribukota Abuja tersebut diambang perpecahan. Belum lagi soal ancaman dari kelompok teroris Boko Haram di daerah utara Nigeria membuat semakin terpuruknya negara ini. 


Kehadiran Nigeria di Piala Dunia 2018 tentu membuat masyarakat mereka sedikit melupakan masalah besar yang tengah mengintai mereka. Padahal sebelum perhelatan Piala Dunia 2018 banyak masyarakat Nigeria yang harus merenggang nyawa usai menonton laga Timnas mereka. 

Seperti dikutip dari theguardian.com (26/06/18) pada 07 Oktober 2017 lalu misalnya, usai Nigeria mengalahkan Zambia di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika ratusan orang tewas di daerah Akwa Ibom akibat serangan dari kelompok separatis bernama Delta Avengers Niger dan Akwa Marine. 

Serangan ini ditujukan oleh dua kelompok separatis ini karena ingin menguasai daerah ladang minyak yang memang tersebar di sejumlah tempat di Nigeria. Sebagai negara penghasil minyak bumi cukup besar di dunia, Nigeria memang berada di posisi sangat rawan perpecahan. 

Saat Ahmed Musa cs mampu membawa Nigeria tampil di Piala Dunia 2018, sejumlah media di Nigeria mengatakan bahwa prestasi ini seperti penyembuh luka untuk bangsa yang tengah menatap kehancuran. 

Parahnya lagi seperti saat Italia juara Piala Dunia 2006 saat diterjang kasus korupsi sepakbola mereka, Nigeria saat ini juga rasakan hal sama. Seperti dikutip dari mirror.co.uk (26/06/18) federasi sepakbola Nigeria dianggap orang Nigeria sendiri seperti opera sabun yang terus menyajikan tontonan tak mendidik dengan budaya korupsi mereka. 

Pada 2006 misalnya laporan menyebutkan bahwa Nigeria lewat federasi sepakbola mereka lakukan aksi suap kepada wasit, bahkan Akpabio Stadium yang jadi markas Timnas Nigeria dianggap banyak pengamat sebagai wabah endemik korupsi lokal dan pusat di Nigeria. Kabarnya uang sebesar 250 juta dollar dihabiskan untuk pembangunan stadion itu namun setengah uang tersebut masuk ke kantong para pejabat Nigeria. 

Gubernur kota Akwa Ibom tempat stadion itu berada, Udom Emmanuel seperti dikutip dari laporan thesun.co.uk (26/06/18) dituduh lakukan aksi pencucian uang untuk pembangunan stadion tersebut. Tuduhan tersebut dikeluarkan oleh Komisi kejahatan ekonomi Nigeria atau FECC. Angka pencucian uang yang dilakukan Udom mencapai angka 300 juta dollar. 

Meski didera dengan kondisi yang sangat tak masuk akal ini, Nigeria datang ke Rusia dengan semangat berbeda. Hal itu bisa kita lihat saat mereka mengenalkan jersey mereka. Dengan corak yang tak biasa dan beda dari tim lain, Nigeria menarik perhatian publik dengan cara berbeda. Mereka seolah menunjukkan bahwa kedatangan ke Piala Dunia 2018 menjadi hal yang sangat membahagiakan dibanding tunjukkan sisi pilu dalam negeri mereka. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment