Si Pangeran Berlin yang Terbuang dari AC Milan hingga Terlempar ke Klub Semenjana

Bagi suporter AC Milan nama Kevin Prince Boateng tentu tidak asing. Nama pemain ini sempat tergabung ke skuat Rossoneri pada 2010 lalu. Boateng hanya 3 tahun bertahan di San Siro. Gelandan serang kelahiran Berlin, 30 tahun silam ini memang memiliki perjalanan karier yang cukup unik. 

Memulai kariernya di akademi Hertha Berlin pada 1994, Boateng promosi ke tim lapis kedua Hertha Berlin 10 tahun kemudian. Di Hertha Berlin II, Boateng yang memiliki darah Ghana ini bermain sebanyak 29 kali dan mencetak 5 gol. Pada 2005 seperti dikutip dari worldfootball.net (20/02/18) ia mendapat promosi ke tim senior Hertha Berlin. 

Berkat 5 gol dari 42 caps bersama tim senior Berlin, pada 2007 Boateng mendapat tawaran dari luar Jerman. Klub asal London, Tottenham Hotspur meminangnya. Kesempatan emas ini langsung disamber Boateng meski sebenarnya secara mental, ia belum siap untuk keluar Jerman. 


Benar saja, meski bisa bertahan hingga 2009, Boateng lebih banyak duduk di bangku cadangan. Ia tercatat hanya bermain sebanyak 14 kali bersama Spurs dari 2007 hingga 2009. Bahkan Spurs sampai meminjamkannya ke Dortmund. 

Tak mau menyerah di Liga Inggris, musim 2009/10 Boateng membela Portsmouth. Di Portsmouth, Boateng tampil  lebih impresif.  3 gol sukses ia jaringkan dari 22 capsnya. Pada 2010 seperti dikutip dari bbc.co.uk (20/02/18) AC Milan menawar Boateng dengan nilai transfer sebesar 5,75 juta euro. Boateng pun kembali menyambar tawaran bagus tersebut. 

Singkat cerita, saudara tiri dari bek Bayern Munchen Jerome Boateng itu alami nasib naas selanjutnya setelah bermain bersama AC Milan. Lepas dari AC Milan pada 2016 lalu, Boateng terkatung-katung dan membela klub semenjana, Las Palmas. 

Semusim di La Liga, Boateng mencetak 10 gol dari 28 caps. Di musim ini, Boateng ternyata sudah tak lagi di La Liga, ia saat ini memperkuat klub semenjana lain, Eintracht Frankfurt dan sudah mencetak 5 gol dari 20 caps. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment