Senegal yang Dulu Menahan Imbang Indonesia, Kini Menjelma Jadi Kekuatan Baru Sepakbola Afrika

Hasil positif sukses diraih oleh Senegal di laga pertama mereka di grup H. Dikutip dari fifa.com (20/06/18) bermain di Otkritie Arena, Moskow, Senegal menang 2-1 atas salah satu tim kuda hitam asal Eropa, Polandia. Gol kemenangan Senegal dicetak oleh gol bunuh diri pemain Polandia, Thiago Cionek dan M'Baye Niang pada menit ke 60. 

Polandia hanya mampu memperkecil ketinggalan lewat gol dari pemain PSG, Grzegorz Krychowiak pada menit ke 86. Kemenangan ini membuat Senegal bersama Jepang memimpin klasemen grup H dengan poin 3. 

Catatan impresif Senegal ini tentu luar biasa. Setelah membuat gebrakan di debut pertama mereka di Piala Dunia pada 2002 hingga bisa melaju ke babak perempatfinal, Senegal muncul sebagai kekuatan baru sepakbola benua Afrika.  

Padahal jika menilik sedikit ke belakang, di awal 80-an Senegal ternyata juga belajar banyak dari sepakbola Indonesia. Ya, Timnas Indonesia menurut catatan dari rsssf.com (20/06/18) pernah bertemu Senegal di ajang Merdeka Games 1982 yang berlangsung di Malaysia. 


Senegal saat itu menjadi salah satu tim asal Afrika yang diundang. Satu negara lain ialah Ghana. Berada satu grup dengan Indonesia, tuan rumah Malaysia, serta Korea Selatan, Senegal bermain sangat impresif di ajang tersebut. 

Setelah mampu menggebuk Korea Selatan dengan skor dua gol tanpa balas, Senegal sedikit kesulitan kala bertemu Timnas Indonesia yang saat itu dihuni oleh pemain seperti Herry Kiswanto, Iswadi Idris, Ronny Pattinasarani, Risdianto dan dilatih oleh pelatih sekaliber Harry Tjong. 

Bermain di Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia pada 11 Agustus 1982, Senegal harus puas bermain imbang 2-2 dengan Indonesia. Senegal saat itu dilatih oleh striker sekaligus legenda mereka, Pape Alioune Diop. Senegal akhirnya mampu menjadi runner up grup 1 di bawah Korsel. Di akhir turnamen Senegal hanya berada di tempat ketiga di bawah Santa Catarina (salah satu wilayah di Brasil) dan Ghana. 

Usai perhelatan Merdeka Games 1982, Senegal terus membangun kekuatan sepakbola mereka. Dua tahun setelah Merdeka Games 1981, Senegal menjadi juara Amilcar Cabral Cup, salah satu kompetisi untuk negara-negara di wilayah Afrika Barat. 1986, Senegal lolos ke Piala Afrika yang berlangsung di Mesir. 

Puncak kejayaan sepakbola Senegal tentu saja diraih pada Piala Dunia 2002. Dilatih oleh pria Prancis, Bruno Metsu, Senegal mampu lolos hingga babak perempatfinal. Dan di Piala Dunia 2018 menghuni grup H dengan pesaing yang secara kekuatan tak berjauh berbeda, Senegal di laga pertama mampu membuka mata dunia bahwa mereka memang layak untuk menjadi salah satu kekuatan sepakbola di Afrika. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment