Selain Balotelli, Ini 3 Pemain yang Dijuluki Perusak Suasana Ruang Ganti

Antonio Cassano 

Diawal kemunculannya bersama Bari beberapa musim lalu banyak pihak memprediksi Cassano bakal menjelma jadi megabintang Serie A Italia. Sayang keputusannya untuk segera pindah ke AS Roma menjadi awal ia dianggap sebagai pemain yang suka merusak suasana ruang ganti. 


Dikutip dari football-italia.net (07/02/18) pelatih Roma saat itu, Fabio Capello beberapa kali harus memberinya sanksi karena banyak tindakan indiespliner seperti menolak untuk berlatih, mengamuk secara tak karuan di lapangan, serta selalu mengeluarkan pernyataan yang menantang kepada rekan satu tim. 

Tak hanya Roma yang ketiban sial saat rekrut Cassano. Presiden Parma, Tommaso Ghirardi menyebut bahwa ia melakukan tindakan gila karena membawa Cassano pada 2013 lalu. 

Ravel Morrison 

Meski berstatus pemain muda, sosok Ravel Morrison begitu membuat gerah suasana ruang ganti pemain di Manchester United. Menariknya seperti dikutip dari thesportster.com (07/02/18) Sir Alex Ferguson mengaku tak mau menyerah untuk bisa menjinakkan Morrison seperti apa yang telah ia lakukan kepada sosok Cantona dan Roy Keane. 


Morrison dikabarkan hampir bisa marah kepada siapapun di tempat latihan Manchester United di Carrington, hanya satu orang yang tak bisa membuatnya marah yakni Sir Alex. Meski begitu karakternya yang tidak displin, malas latihan, hingga bertengkar dengan rekan satu tim tak berubah. 

Sir Alex akhirnya benar-benar menyerah tangani Morrison saat ia diindikasi terlibat tindakan yang melanggar hukum. Pada 2012 lalu, Morrison sempat bentrok dengan rekannya Wilfried Zaha saat keduanya membela Timnas U-21 Inggris. 

Josip Ilicic 

Saat bermain bersama Palermo pada 2013 lalu, Ilicic menjadi salah satu gelandang berbakat. Pemain asal Slovenia ini dianggap cukup sukses untuk berkarier di kerasnya Serie A Italia. Sayang peranginya kemudian berubah saat ia pindah ke Fiorentina. 

Tingkah menyebalkan pertamanya ialah saat harus dimusuhi oleh fans Fiorentina karena tindakannya sendiri yakni membuang ban hitam sebagai tanda peringatan wafatnya legenda Fiorentina, Giovanbattista Pirovano. 

Ia pun terus melakukan tindakan yang membuat suasana ruang ganti Fiorentina jadi tidak kondusif. Pihak klub bahkan sempat memintanya untuk meminta maaf secara terbuka kepada fans dan rekan-rekannya. 


Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment