Piala Dunia 2018 di Rusia Tercipta dari Buah Karya Praktek Suap

Salah satu media ternama luar negeri, bloomberg.com (11/06/18) mengangkat tajuk yang menyoroti soal legalitas Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Dari artikel bloomberg.com tersebu, terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 harus diinvestigasi karena diduga ada 'permainan' di tubuh FIFA. 

Tudingan ini tentu saja berlandaskan dengan kasus korupsi di tubuh FIFA yang terbongkar beberapa tahun lalu. Sejumlah pengamat di Inggris menyebut bahwa kasus yang menyeret sejumlah petinggi FIFA termasuk mantan presiden, Sepp Blatter mengindikasikan bahwa praktek suap menyuap untuk jadi tuan rumah Piala Dunia juga tersangkut dengan terpilihnya Rusia. 


Beberapa waktu lalu seperti dikutip dari laporan theguardian.com (11/06/18) jaksa federal di Amerika Serikat, Swiss, dan Prancis membeberkan laporan yang menyebutkan bahwa 22 orang di tubuh FIFA yang memiliki suara untuk pemilihan tuan rumah Piala Dunia ternyata tidak pernah memilih berdasarkan kejujuran namun karena disuap. 

Nama Chuck Blazer seorang bankir dari Amerika Serikat disebtu-sebut menjadi aktor intelektual di luar tubuh FIFA yang mengurus prakte suap ini. Blazer sendiri sudah tersandung masalah praktek suap di pemilihan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. 

Blazer sendiri di dalam blog pribadinya sempat menuliskan bahwa pada Agustus 2010 ia mengunjungi Rusia dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Rusia di Istana Kremlin. Dalam pertemuan itu, Blazer menyebut dengan istilah, 'Pertukaran yang mempesona'. 

Sebelum terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, sejumlah pejabat FIFA yang juga tersandung masalah korupsi yakni Julio Grondona, Nicolas Leoz, dan Ricardo Teixeira menawarkan Spanyol-Portugal sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. 

Menariknya dua negara yang diusulkan oleh para pejabat korup Rusia tersebut hampir 70 persen lebih terlaksana, pasalnya sejumlah pejabat tinggi negara seperti eks presiden Amerika Serikat, Bill Clinton dan Pangeran Charles dari Inggris juga mendukung pemilihan dua negara tersebut. 

Sayangnya hal itu kemudian luntur saat Sepp Blatter dengan lugas lebih mendukung Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan menuduh sejumlah negara yang tak mendukung hanya termakan bualan media soal Rusia. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment