Mengenal Bronnitsy, Kota Takhayul yang Jadi Base Camp Argentina di Piala Dunia 2018

Kick off Piala Dunia 2018 tinggal hitungan hari. 32 negara yang berpartisipasi dalam event 4 tahunan ini sudah memasuki tahap akhir persiapan, yakni pengumuman skuat yang akan berlaga di Rusia.

Dikutip dari fifa.com (05/06/18) dari 32 negara tinggal Arab Saudi dan Swiss yang belum mengumumkan secara resmi pemainnya yang bakal berlaga di Piala Dunia 2018. Nantinya para skuat resmi negara peserta Piala Dunia 2018 akan berangkat menuju kota di Rusia yang bakal jadi base camp mereka selama perhelatan akbar ini.

Salah satu kandidat kuat pemenang Piala Dunia 2018, Argentina memilih salah satu kota yang penuh dengan misteri dan kutukan di Rusia sebagai base camp mereka yakni, kota Bronnitsy.

Bronnitsy sendiri merupakan kota yang terletak 33,9 mil dari ibukota Rusia, Moskow. Menurut sejarahnya kota ini memiliki rekam jejak cukup menyeramkan, apalagi selama Rusia masih berada di bawah kekuasaan Uni Soviet.


Kota yang menurut hasil sensus pada 2010 memiliki populasi sebanyak 21 ribu orang tersebut pada era Uni Soviet menjadi salah satu wilayah yang acapkali terjadi bentrokan berdarah. hal ini diakibatkan karena sebagian penduduk Bronnitsy yang masih sangat percaya dengan tradisi takhayul seperti praktek perdukunan dan hal mistis lainnnya.

Bahkan hingga 1920-an di kota ini masih terdapat kuil-kuil pemujaan setan dan baru ditutup secara resmi oleh pemerintah Soviet kala itu pada 1930-an. Parahnya lagi setelah Soviet runtuh, kota ini termasuk yang termajinalkan oleh pemerintah Rusia.

Pada 2007 misalnya seperti dikutip dari bbc.com (05/06/18) saat terjadi teror politik di Oblast, Moskow, 300 penduduk kota ini menjadi korban. Bronnitsy sendiri merupakan satu dari sedikit kota di Rusia yang masih tetap mempertahankan budaya dan bangunan kuno khas pemerintah Soviet.

Kota ini sendiri menurut catatan dari soccerbase.com (05/06/18) memiliki klub sepakbola yang baru berdiri pada 1995 silam bernama FC Fabus Bronnitsy, sayang klub yang hanya bermain di liga amatir Rusia ini pada 2004 lalu dinyatakan bubar karena bangkrut.
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment