Mario Jardel, Striker Ganas yang Terlupa, Bagaimana Kabarnya Saat Ini?

Pecinta sepakbola era 2000-an tentu masih ingat dengan nama striker asal Brasil, Mario Jardel. Pada era tersebut, Jardel ialah striker ganas, mesin gol bagi klub Portugal, FC Porto. Mengutip dari data football-observatory.com (30/04/18) Jardel selama membela Porto dari 1996 hingga 2000 telah mencetak 130 gol dari 125 caps. 

Sukses bersamas Porto, Jardel yang saat itu diincar oleh banyak klub top Eropa malah memilih untuk membela klub asal Turki, Galatasaray. Semusim membela Galatasaray, insting gol Jardel masih jempolan. Ia bahkan mampu mempersembahkan gelar UEFA Super Cup 2000. 

Tak tanggung-tanggung di kompetisi tersebut, Jardel membantu Galatasaray mengalahkan raksasa La Liga, Real Madrid. Madrid saat itu diisi para pemain Los Galaticos seperti Luis Figo. Jardel tak gentar, brace-nya ke gawang Iker Casillas membuat Galatasaray untuk kali pertama dalam sejarah klub mengangkat UEFA Super Cup. 

Petualangan Jardel berlanjut ke Portugal setelah mempersembahkan gelar itu ke Galasataray. Jardel memilih untuk bergabung ke rival Porto, Sporting Lisbon. Bersama Sporting, Jardel menorehkan 53 gol dari 49 caps. Sayangnya meski jempolan di klub, nama Jardel seolah terpinggirkan di Timnas Brasil. 


Ia hanya striker jempolan yang besar di waktu yang tak tepat. Pasalnya di era tersebut, Brasil tengah memiliki banyak striker jempolan lainnya seperti Ronaldo de Lima, Ronaldinho, hingga Rivaldo. Jadilah Jardel hanya bermain 10 kali dan mencetak 1 gol untuk Selecao. Miris. 

Seperti pada pesepakbola Brasil lainnya, Jardel alami masalah untuk urusan kehidupan malam. Hal ini juga yang membuatnya kemudian alami penurunan karier pasca membela Sporting Lisbon. Dikutip dari thesefootballtimes.co (30/04/180 Jardel alami kenaikan berat badan akibat terlalu sering pesta pora. 

Usai membela Bolton Wanderers di Liga Inggris, Jardel coba peruntungan di Argentina dengan membela Newells Old Boys. Di 'klub' Maradona tersebut Jardel hancur lebur. Ia hanya bermain 3 kali dan kemudian hijrah ke klub kecil Brasil, Goias setelah itu ke Biera Mar dan sempat nyasar ke Liga Australia bersama Newcastle Jets. 

Di Newcastle Jets, Jardel berusia 35 tahun dengan bobot tubuh yang sangat gemuk dan bahkan kesulitan untuk berlari mengejar bola. Akibatnya dari 11 caps bersama Newcastle Jets, Jardel tak pernah mencetak gol. 

Kabar terakhir, striker bernama lengkap Mário Jardel de Almeida Ribeiro yang telah mencetak 345 gol sepanjang kariernya membela klub tua Brasil, Rio Negro. Jardel yang telah mengoleksi 23 gelar tersebut pensiun pada 2011 lalu dengan kondisi terlupakan. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment