Jadi Pusat Human Traffcking, Suporter Dibawah Umur Wajib Waspada Selama Nonton di Rusia

Rusia menjadi salah satu negara yang memiliki rekam jejak kejahatan jenis human traffcking yang paling tinggi. Dikutip dari data globalslaveryindex.org (12/06/18) Rusia berada di urutan ke-16 aksi penculikan anak dari 167 negara di seluruh dunia. 

Dari data tersebut sebagian besar kasus human traffcking berujung pada kasus eksploitasi seksual, korban mayoritas ialah anak-anak di bawah umur. Selain itu, sejumlah korbn human traffcking juga diperuntukkan untuk menjadi pasukan anak di Krimea, salah satu daerah konflik di Rusia. 


Momentum Piala Dunia 2018 rupanya menjadi salah satu pintu masuk atau cara bagi para pelaku human traffcking berkedok menonton langsung Piala Dunia 2018. Satu kasus terkait hal ini beberapa waktu lalu berhasil diungkap oleh pihak kepolisian Rusia. 

Dikutip dari bbc.com (12/06/18) pihak kepolian Rusia berhasil menyelamatkan 10 korban yang mayoritas masih dibawah umur. Korban ialah 9 perempuan dan 1 laki-laki. Rencananya para korban ini akan diperdagangkan di pasar gelap Rusia. 

Para korban berasal dari Nigeria, salah satu negara peserta Piala Dunia 2018. Para pelaku menjebak para korban dengan iming-iming bisa menonton langsung Piala Dunia 2018 di Rusia. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment