Intimidasi Perwira Militer di Duel El Clasico dan Tuduhan Makar

Bicara laga sarat gengsi, duel El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona tentu tidak pernah lepas juga dari campur tangan politik dan militer. Rekam sejarah pertandingan kedua klub ini menunjukkan hal tersebut.


Perseteruan keduanya pun sejak dulu berlatarbelakang situasi dan suasana politik di Spanyol. Malah fakta sejarah juga mencatat bahwa skuat Barcelona sempat mendapat intimidasi oleh para pejabat militer.

Kisah tidak mengenakkan tersebut terjadi di perhelatan El Clasico edisi ke-24 saat Real Madrid bertemu Barcelona di Santiago Bernabeu. Kisah ini bahkan disebut-sebut jadi pematik lebih besar perseteruan antar kedua klub terbesar di Spanyol ini.

Ancaman di ruang ganti

Pada babak semifinal Copa Generalisimo yang mempertemukan Real Madrid vs Barcelona pada 10 Januari 1943, Spanyol kala itu dipimpin oleh Jenderal Franco yang terkenal sangat fasis.

Franco yang jadi pendukung utama Real Madrid menggunakan banyak cara agar klub-klub sepakbola di Spanyol bertekuk letut. Cara-cara intimidasi kepada semua tim yang akan melawan Real Madrid dilakukan oleh pemerintahan Franco.


Hal itu juga yang kemudian dialami oleh skuat Barcelona saat menjamu Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu. Hasil semifinal pertama yang berlangsung di Nou Camp, tiga kosong untuk kemenangan tuan rumah membuat Franco tidak mau dipermalukan di Madrid.

Seperti dilansir barcelonas.com, sebelum laga berlangsung, kepala keamanan nasional dari pemerintah Franco mendatangi ruang ganti Barcelona.

Saat itu skuat Barcelona diminta untuk mengalah pada pertandingan tersebut, alasannya jika sampai tidak mengalah hal itu dianggap sebagai penghinaan kepada pemerintah Franco.

"Jika kalian memenangkan pertandingan maka akan dianggap sebagai tindakan makar," kata kepala keamaan nasional pemerintah Franco saat itu.

Lemparan batu di tengah lapangan

Ancaman makar dan intimidasi dari pejabat militer ke skuat Barcelona tentu membuat mental Mariano Martin Cs tertekan. Tidak hanya soal tuduhan makar, pejabat militer yang masuk ke ruang ganti juga membicarakan soal keamanan mereka di luar lapangan.

Tidak itu saja, saat pertandingan berlangsung, fans Real Madrid juga membuat mental skuat Barcelona kembali tertekan. Cemooh dan lemparan batu pun dilayangkan ke dalam stadion.

Hasilnya tentu saja bisa diprediksi, Barcelona dengan mudahnya dibobol oleh skuat Real Madrid. Tidak hanya satu atau dua gol tapi sebelas gol dengan mudahnya masuk ke gawang Barcelona.

Usai pertandingan presiden Barcelona kala itu, seperti dilansir sportskeeda.com, Enrique Pineryo memutuskan untuk mengundurkan diri. Tuduhan soal ancaman dan intimidasi itu pun sempat diulas oleh media-media yang berbasis di Barcelona.

Federasi sepakbola Eropa, UEFA dan FIFA pun sempat mendapat laporan ini, namun hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari federasi sepakbola tersebut yang menunjukkan bahwa ancaman tersebut memang terjadi jelang kick off.
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment