Ini Rekam Jejak Penulis Asal Yahudi Yang Dikutip Prabowo Subianto

Kondisi sosial politik Indonesia akhir-akhir ini kembali menghangat setelah pernyataan dari Ketum Gerindra, Prabowo Subianto yang menyebut bahwa negara ini akan bubar pada 2030 mendatang. Pro kontra pun bermunculan terkait pernyataan mantan Danjen Kopasus ini. 

Pernyataan Prabowo ini sendiri ia kutip dari novel berjudul Ghost Fleet karya Peter W Singer. Singer sendiri seperti dikutip dari tribunnews.com (24/03/18) mengatakan karyanya dalam novel tersebut hanyalah karya fiksi semata bukan prediksi berdasar analisis pasti. "Tapi, akhirnya, ini adalah sebuah karya fiksi, bukan prediksi," kata penulis berdarah Yahudi ini. 

Siapa sebenarnya Peter W Singer hingga seorang Prabowo begitu mengagumi karyanya dan mengutip karya pria 44 tahun tersebut? Berikut ulasannya


Dikutip dari si.edu (24/03/18) Singer beberapa waktu lalu sempat dianggap sebagai salah satu dari 100 inovator terkemuka di Amerika Serikat. Menariknya Singer ternyata juga dianggap sebagai salah satu dari 100 orang bepengaruh di Amerika Serikat yang menguasai isu-isu pertahanan dalam dan luar negeri. 

Sejumlah media Amerika Serikat bahkan menyebut Singer sebagai pemikir top dunia yang memiliki julukan 'ilmuwan gila'. Halaman wsj.com (24/03/18) bahkan mengatakan bahwa Singer ialah ahli pewaris utama isu-isu pertahanan Amerika Serikat. Artinya Singer memiliki banyak informasi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tidak semua orang mengetahuinya. 

Pria yang tidak diketahui tanggal dan bulan kelahirannya ini pada kampanye Presiden Amerika Serikat pada 2008 silam menjabat sebagai koordinator kebijakan pertahanan Barrack Obama. Dengan kemampuan analisisnya di bidang pertahanan, Singer bahkan diakui oleh negara-negara di Eropa sebagai sedikit orang yang memiliki pengetahuan soal konsep peperangan modern. 

Singer sendiri diketahui mengeluarkan karya tulis pertamanya berjudul 'Corporate Warriors', buku ini membahas soal kebangkitan industri militer Amerika Serikat setelah diprivatisasi oleh pihak pemerintah. Buku ini kemudian mendapatkan penghargaan dari American Political Science Association sebagai buku terbaik. 

Meski memiliki darah Yahudi, Singer ternyata menjadi salah satu orang yang paling kritis soal adanya tindakan pelecehan terhadap tahanan teroris di penjara Abu Ghraib dan Halliburton di Irak. Dalam temuannya, Singer menyebut bahwa adanya peran kontraktor swasta dalam kasus yang menggemparkan dunia tersebut. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment