Generasi Emas Belgia Bakal Buat Sejarah di Penghujung Piala Dunia 2018 ?


Prestasi terbaik The Red Devils, Belgia di kompetisi internasional ialah runner up Piala Eropa 1980 dan tempat keempat Piala Dunia 1986. Di era tersebut, publik Belgia memang yakin timnas mereka saat itu tengah memiliki generasi emas yang sebenarnya nama pemain Belgia saat itu mungkin terdengar asing di telinga pencinta sepakbola.

Pada Piala Eropa 1980 misalnya, meski bermaterikan pemain yang murni diambil dari Liga Belgia pun saat mereka mampu meraih posisi keempat Piala Dunia 1986, rata-rata pemain Belgia tidak terlalu mentereng namanya dibanding dengan pemain dari negara lain di era tersebut. 

Namun dengan pemain yang tidak terlalu mentereng waktu itu saja Belgia mampu melangkah cukup jauh di dua event ternama sepakbola tersebut, artinya dengan skuat yang saat ini bertanding di Piala Dunia 2018 bukan tidak mungkin Belgia bisa torehkan sejarah dengan jadi kampium Piala Dunia. 

Percampuran Kick n Rush dan Total Football

Hampir separuh dari skuat Belgia saat ini bermaterikan pemain-pemain yang ditempa di kerasnya Liga Inggris. Pun dengan sang pelatih, Roberto Martinez. Maka tidak mengherankan sebenarnya jika gaya dan skema yang ditunjukkan Eden Hazard cs begitu kental dengan gaya sepakbola Inggris. 

Jika melihat dari gaya permainan Belgia seperti dikutip dari data whoscored.com (23/06/18) taktik Belgia di dua pertandingan Piala Dunia 2018 mengkombinasikan gaya kick n rush Inggris dengan skema total football yang jadi ciri khas negara-negara Benelux. Panama dan Tunisia sudah merasakan bagaimana percampuran dua skema sepakbola tersebut begitu berbahaya diterapkan oleh para pemain Belgia. 

Berkat si Sablon 

Bicara sepakbola Belgia yang saat ini tengah memiliki generasi emas tak bisa dilepaskan dari sosok dibelakng layar bernama Michel Sablon. Dikutip dari thesefootballtimes.co (23/06/18) Sablon merupakan orang yang membangun sepakbola Belgia sejak era 80-an. 

Yang dilakukan Sablon saat itu ialah membajak skema sepakbola negara tetangga mereka dan mulai mengenalkan formasi 4-3-3 khusus untuk para pemain muda Belgia. 

"Anda harus tahu bahwa pada akhir 90-an, kami menerapkan kultus individu saat bermain. Kami menerapkan formasi 4-4-3 dan 3-5-2, itu formasi yang terorganisir tapi bahayanya kami akan rentan pada serangan balik," 

kata Bob Browaeys, orang kepercayaan dari Sablon seperti dikutip dari theguardian.com (23/06/18). 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment