Eusebio, Black Panther Sesungguhnya dari Lapangan Hijau

Kala sutradara Ryan Coogler merilis film Black Panther banyak orang yang memprediksi film ini bakal laris manis di pasaran. Benar saja, booming film Black Panther memang begitu terasa hampir di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. 

Tokoh Black Panther alias T'Challa tentu saja menjadi tokoh yang dikagumi banyak orang karena memiliki misi menyelamatkan Wakanda dan seluruh dunia.

Sebelumnya film ini menjadi hits saat ini, tokoh Black Panther juga sempat jadi viral bagi pencinta sepakbola dunia di era 60-an. Sama dengan tokoh T'Challa yang disebut berasal dari Afrika, pesepakbola yang berjuluk Black Panther ini juga lahir di salah satu negara Afrika, Mozambik. Siapa dia? Ia adalah pemain yang kehebatannya melebihi seorang Cristiano Ronaldo, yakni Eusebio da Silva Ferreira. 


Saat belia dulu, Eusebio seperti dikutip dari thesefootballtimes.co (13/04/18) tak menyukai bangku sekolah, ia lebih senang bermain sepakbola bersama rekan-rekannya di lapangan kosong. 

Bakat sepakbola Eusebio lahir secara alamiah. Pada umur 15 tahun, ia bergabung ke salah satu klub di Mozambik yang berafiliasi dengan Sporting Lisbon, Sporting Clube Lourenco Marques. 7 tahun sebelum ia bergabung ke klub tersebut, ayah Eusebio meninggal dunia akibat penyakit tetanus. 

Ialah pelatih asal Brasil, José Carlos Bauer yang kemudian melihat bakat Eusebio layak untuk bermain di pentas Eropa. "Saya melihat seorang pemuda kulit hitam yang memiliki bakat alamiah sebagai bintang sepakbola," kata Bauer kala itu. 

Mantan pemain sepakbola Hungaria, Béla Guttmann saat itu menjadi pelatih Benfica lalu tertarik untuk merekrut Eusebio. Sayangnya Sporting Lisbon yang merasa berhak pada Eusebio juga tak mau melepasnya. Namun akhirnya Eusebio lebih memilih untuk bergabung ke Benfica. 

Singkat cerita di klub inilah nama Eusebio benar-benar menghentak seluruh pecinta sepakbola Eropa. Bakat dan skillnya membawa Benfica mampu digdaya tidak hanya di level Liga Portugal namun juga di kompetisi Liga Champions. Pada musim 1961/62, Eusebio sukses antarkan Benfica untuk kali pertama dalam sejarah klub menjadi kampium Liga Champions. 

Untuk urusan gelar pribadi, Eusebio juga mampu meraih gelar Ballon d'Or, European Golden Boot, 3 top skor di Piala Eropa 1965, 1966, dan 1968, Eusebio yang akhirnya memilih untuk membela Timnas Portugal juga mampu membawa Brasilnya Eropa tersebut meraih tempat ketiga Piala Dunia 1966. 

Eusebio mangkat pada 05 Januari 2014 lalu pada usia 71 tahun. Dikutip dari fifa.com (13/04/18) selama berkarier sebagai pesepakbola dari 1957 hingga 1979, Eusebio telah mencetak 464 gol di level klub dan Timnas.  
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment