Dino Baggio, Gelandang Berbakat yang Namanya Tak Lebih Tenar dari Little Budha

Bagi publik Italia tentu cukup familiar dengan nama Baggio. Nama ini selalu diidentikkan dengan nama mantan striker Fiorentina dan Juventus, Roberto Baggio. Sebenarnya nama Baggio di Italia tidak hanya ada identik dengan Si Little Budha tersebut, ada juga nama Dino Baggio. Siapa Dino Baggio? Bagi bukan penggemar fanatik Juventus dan Parma nama Dino Baggio mungkin terdengar asing. 

Dino dan Roberto bukan kakak beradik, namun mereka berkarier di zaman yang sama. Saat Roberto bersinar bersama Fiorentina dan kemudian dilanjutkan ke Juventus pada 1990 hingga 1995, Dino pun satu klub dengan Roberto. Sayang bagi Dino sendiri berkarier satu zaman dengan Roberto, namanya malah tenggalam bahkan dilupakan. 


Dikutip dari laporan thesefootballtimes.co (13/03/18) Dino dianggap pemain yang sial karena satu zaman dengan Roberto Baggio ditengah kariernya seharusnya berada di usia emas. Pemain kelahiran Padova pada Juli 1971 itu padahal memiliki perawakan fisik yang jauh berbeda dengan Roberto. 

Dino Baggio memiliki fisik yang tinggi besar, ia tipikal gelandang petarung di lini tengah yang mengandalkan kekuatan fisik. Jika Roberto Baggio dikenal banyak orang dengan rambut kuncir kuda, Dino justru membiarkan rambutnya panjang terurai. 

Sayang Dino selalu diidentikkan sebagai saudara dari Roberto. Jika mencari ke mesin pencari google dan Anda ketikkan nama Baggio, pencarian pertama yang keluar selalu Roberto Baggio. Dino terlupakan. 

Karier dari Dino sendiri sebenarnya dimulai bersama klub Torino. Ia satu angkatan dengan dengan striker andal Italia lainnya, Gianluigi Lentini. Pada September 1990, ia lebih dahulu promosi ke tim utama Torino pada usia 19 tahun dibanding Lentini. Ia pun ditempa oleh pelatih veteran, Emiliano Mondonico. 

Namanya kemudian jadi harum pada era awal 90-an. Juventus sang rival Torino jatuh cinta pada Dino, sayang Torino lebih menginginkan Dino jadi pemain pinjaman di Inter Milan. Di sana, Dino kembali ditempa jadi gelandang tangguh dari pemain sekaliber Lothar Matthaus dan Nicola Berti. 

Baru pada 1992 Dino baru berseragam Juventus. Ia bergabung ke Juventus bersama pemain seperti David Platt dan Andreas Moller. Masuknya Dino ke Juventus melengkapi klub itu memiliki duo Baggio yang di era itu memang jadi perhatian publik Italia. Beruntung bagi Juventus namun sial bagi Dino. 

"Kebanyakan orang tak mempercayai Dino hanya karena nama Baggio dibelakangnya. Padahal ia telah membungkam banyak orang dengan penampilannya yang luar biasa," kata eks pelatih Timnas Italia, Arrigo Sacchi seperti dikutip dari theguardian.com (13/03/18). 

Singkat cerita setelah ia hanya bertahan 2 musim di Juventus, Dino kemudian mulai mendapatkan titik terang dalam kariernya saat gabung dengan Parma. Di Parma, Dino mencatatkan 172 caps dan mencetak 19 gol. Setelah sempat bermain di Inggris dengan membela Blackburn Rovers sebagai pemain pinjaman dari Lazio, karier Dino semakin terbenam. 

Akhir cerita karier Dino pun tak jauh berbeda sebenarnya dengan Roberto Baggio. Jika Roberto di penghujung kariernya bermain di klub kecil, Brescia, Dino juga bermain klub yang tak kalah kecil, Tombolo yang bermain di kasta keempat Liga Italia pada 2008/09 silam. Sayang saat gantung sepatu tak banyak kabar soal aktifitas terkini Dino, namanya tetap terlupakan. 
Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment