Bukan Aksi Rusuh Suporter, Kejahatan Kerah Putih yang Paling Mengancam Piala Dunia 2018

Jauh-jauh hari sebelum kick off Piala Dunia 2018, pemerintah Rusia sudah menghimbau agar para suporter yang datang ke Rusia tidak banyak tingkah dan mengganggu keamanan. Seruan ini kemudian diikuti oleh sejumlah ancaman dari kelompok suporter Rusia terhadap kelompok suporter negara lain. 

Intinya mereka tak ingin para hooligan Inggris misalnya berbuat rusuh di negeri mereka. Isu keamanan soal tingkah laku para hooligan pun jadi sorotan banyak media. Namun sebenarnya ada hal yang lebih mengancam penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dibanding aksi rusuh suporter yakni kejahatan kerah putih.


Dikutip dari thesefootballtimes.co (24/05/18) hal yang paling mengancam pentas Piala Dunia 2018 ialah menjadi event tahunan tersebut sebagai adu kejahatan para politikus dari sejumlah negara kuat Eropa untuk kepentingan di luar sepakbola. 

Maret 2018 ini misalnya seorang penyerang tak dikenal melakukan pembunuhan terhadap mantan perwira KGB, dinas rahasia, Rusia, Sergei Skripal beserta keluarganya. Menariknya Skripal ternyata juga seorang double agen yang bekerja untuk pemerintah Rusia. Akibat insiden ini seperti dikutip dari theguardian.com (24/05/18) PM Inggris, Therese May sampai harus menarik 24 diplomatnya dari Rusia. 

Lantas apa hubungannya dengan Piala Dunia 2018? 

Insiden yang melibatkan eks agen KGB dan agen Inggris tersebut disinyalir akan digunakan sejumlah politkus sejumlah negara lain yang tak suka dengan kepemimpinan Vladimir Putin dengan merecok Piala Dunia 2018. 

Dugaan itu kemudian ditambah dengan pernyataan terbaru jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova yang menyebut sebelum Rusia resmi jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 sejumlah negara Eropa Barat termasuk Amerika Serikat berulang mencoba gagalkan pencalonan Rusia dengan melempar isu keamanan. 

"Mereka akan menggunakan cara apapun. Pikiran mereka hanya ingin Rusia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia," kata Zakharova. 

Terlepas dari benar atau tidaknya ada peran penjahat kerah putih di Piala Dunia 2018 namun sejumlah insiden yang terjadi mengindikasikan bahwa Piala Dunia 2018 memang menjadi panggung para politikus untuk mencari kepentingan pribadi dan kelompoknya. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment