Begini Bermain Sepakbola Dengan Cara Halal Versi Organisasi Al Qaeda

Hingga sampai saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang masih belum mencabut fatwa haram pada pertandingan sepakbola di Stadion Benteng, Tangerang. Seperti dikutip dari antara.com (22/02/18), pada 2012 lalu MUI kota Tangerang mengeluarkan fatwa haram pasca sering terjadinya tawuran antara supoter di laga sepakbola yang berlangsung di Stadion Benteng. 

Pro kontra soal apakah sepakbola itu haram atau tidak memang jadi perhatian banyak pihak. Salah satu ulama terkenal, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan bahwa sepakbola bisa menjadi haram jika suporter lebih memilih menonton bola dibanding sholat malam atau bermain sepakbola tapi lalai menjalankan sholat lima waktu. 


Ustadz Khalid Basalamah menambahkan bahwa di Arab Saudi ada tradisi di mana laga sepakbola akan dihentikan beberapa menit sebelum waktu adzan. Cara-cara islami atau bermain sepakbola dengan cara yang 'halal' juga di lakukan oleh sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi Al-Shabaab, organisasi yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda. 

Dikutip dari zegabi.com (22/02/18) sejumlah pemuda anggota Al-Shabaab pernah mengadakan pertandingan sepakbola. Para pemuda ini menanggalkan senjata dan seragam perang mereka dan menggantinya dengan jersey Real Madrid, Manchester United, dan klub top Eropa lainnya. 

Yang menarik para pemuda tersebut tidak mengenakkan celana pendek, namun menggunakan celana di bawah lutut. Jersey mereka juga berlengan panjang dan pertandingan wajib berakhir 15 menit sebelum waktu adzan tiba. 

Selain itu di pertandingan tersebut perayaan gol sangat dilarang. Bahkan jika ada pemain yang memperagakan perayaan gol ala pemain top dunia, bakal ada hukuman yang menanti. Aturan soal perayaan gol ini cukup ketat, seperti Gaya gol Mario Balotelli yang melepaskan pakaiannya, akan diberi hukuman larangan bermain sepakbola seumur hidup. 

Meniru perayaan gol Roger Milla yang berputar-putar di sekitar bendera tendangan sudut pun akan mendapatkan larangan bermain seumur hidup ditambah hukuman cambuk.

Lantas bagaimana para pemain ini merayakan golnya? Para pemain cukup berteriak 'Allahu Akbar! sembari diikuti oleh rekan-rekannya yang lain. Selain itu para pemain ini juga wajib menghormati wasit. Jika ada pemain yang memprotes wasit secara berlebih mereka juga ada mendapat hukuman. 


Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment