2 Kasus Hooligan Terburuk di Negara Afrika Peserta Piala Dunia 2018


Tragedi Al Masry vs Al Ahly 

Pada 01 Februari 2012 menjadi hari kelabu bagi sepakbola di Mesir. Bagaimana tidak seperti dikutip dari laporan theguardian.com (18/05/18) usai laga Al Masry versus Al Ahly pecah kerusuhan yang melibatkan suporter kedua tim dan membuat 79 orang tewas serta lebih dari 1000 orang terluka.

Laporan dari kepolisan Mesir menyebutkan insiden berdarah ini melibatkan salah satu kelompok hooligan yang memiliki rekam jejak kekerasan yakni Ultras Green Eagles, kelompok pendukung Al Masry. 

Turut andilnya kelompok ini untuk aksi kekerasan yang terjadi di Port Said Stadium tersebut membuat korban tewas sebagian besar ialah basis suporter Al Ahly yakni sebanyak 72 orang, 1 orang kepolisian, dan sisanya ialah pendukung Al Masry. 

Hooligan Inggrs vs hooligan Tunisia 

Pada perhelatan Piala Dunia 1998 sempat terjadi bentrokan yang melibatkan kelompok hooligan Timnas Inggris dengan kelompok hooligan Timnas Tunisia. 

Dikutip dari laporan thesun.co.uk (18/05/18) bentrokan tersebut pecah di kota Marseille, Prancis. Laporan kepolisian setempat saat itu menyebutkan mayoritas kelompok hooligan dari Tunisia berusia belasan tahun mulai dari 18 tahun. 

Bentrokan ini sendiri pecah setelah aksi dari hooligan Inggris yang membakar bendera Tunisia. Hal ini pun memicu kemarahan dari kelompok hooligan Tunisia. 

Share on Google Plus

About P I

“Semua yg terjadi di bawah kolong langit, adalah urusan setiap orang yg berpikir” -PAT-
    Blogger Comment
    Facebook Comment